Selasa, 12 Juni 2012

Sistem Perbankan Elektronik


Memahami dan mengerti mengenai Sistem Perbankan Elektronik

Tugas 5.1 Perbankan Elekronik (E-banking
Perbankan Elekronik (E-banking)adalah salah satu sektor yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah perbankan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sektor perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Perbankan elektronik mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan”, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat "garis belakang", yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, 'merchant, atau penyedia jasa transaksi..
Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi:
§  Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine)
§  Sistem Aplikasi Perbankan (Banking Application System)
§  Sistem Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata (Real-Time Gross Settlement System)
§  Perbankan Daring (Internet Banking)
§  Sistem Kliring Elektronik
Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan, atau lebih populer dengan istilah perbankan elektronik (electronic banking)

Tugas 5.2 Jenis-Jenis E-Banking
Automated Teller Machine (ATM). Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
Debit (or check) Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.

Direct Payment (also electronic bill payment)
. Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut.
Electronic Fund Transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
Preauthorized Debit (or automatic bill payment). Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

Tugas 5.3 Prinsip penerapan E-Banking dan M-Banking

Pengertian E-Banking
Apa itu e-banking? Electronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi, e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif.
E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.
Marilah kita telaah satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri
Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.
2. Phone Banking
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.
3. Internet Banking
Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.
4. SMS/m-Banking
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.

Tugas 5.4 Electronic Funds Transfer Systems (EFTS)

Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening.  Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.
Dana Elektronik transfer UU dan Peraturan e memerlukan Bank untuk memberikan informasi tertentu kepada pelanggan mengenai transfer dana elektronik (EFTS). Pengungkapan ini berlaku untuk layanan EFT Anda terima dari kami terkait dengan akun didirikan terutama untuk keperluan pribadi, keluarga atau rumah tangga. Contoh layanan EFT termasuk deposito langsung ke account Anda, pembayaran berkala otomatis dibuat dari account Anda ke pihak ketiga dan pembayaran satu kali elektronik dari account Anda menggunakan informasi dari cek Anda untuk membayar pembelian atau untuk membayar tagihan. Pengungkapan ini juga berlaku untuk penggunaan Kartu Debit Anda di mesin otomatis kami teller (ATM) dan setiap jaringan yang dijelaskan dibawah.Pengungkapan ini berisi informasi penting tentang penggunaan transfer dana elektronik (TDE) layanan yang diberikan oleh Bank ini dalam kaitannya dengan yang dibentuk terutama untuk tujuan pribadi, keluarga atau rumah tangga. Silahkan membaca dokumen ini secara menyeluruh dan mempertahankan untuk referensi di masa depan.
ELECTRONIC TRANSFER DANA LAYANAN YANG DISEDIAKAN LAYANAN YANG DISEDIAKAN MELALUI PENGGUNAAN KARTU DEBIT ATM atau  Jika Anda telah menerima transfer dana elektronik kartu ("Kartu ATM atau Kartu Debit") dari kami, Anda dapat menggunakannya untuk jenis (s) dari layanan tertera di bawah ini, dan ketentuan-ketentuan berikut berlaku:

MENGGUNAKAN KARTU ANDA DAN NOMOR IDENTITAS PRIBADI ("PIN"). Untuk membantu kami dalam menjaga keamanan account Anda dan terminal, Kartu ATM atau Kartu Debit tetap milik kami dan dapat dicabut atau dibatalkan setiap saat tanpa memberikan pemberitahuan sebelumnya. Anda setuju untuk tidak menggunakan Kartu ATM atau Kartu Debit untuk transaksi yang akan menyebabkan saldo rekening Anda untuk pergi di bawah nol, atau untuk mengakses account yang tidak lagi tersedia atau tidak memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan transaksi. Kami tidak akan diperlukan untuk menyelesaikan transaksi tersebut, tetapi jika kita melakukannya, kita dapat, satu-satunya transaksi kami atas kebijaksanaan, dibebankan atau dikreditkan pada account lain, dan Anda setuju untuk membayar kita jumlah penarikan atau transfer yang tidak tepat atas permintaan .Kartu ATM Anda hanya dapat digunakan dengan PIN Anda. Transaksi tertentu yang melibatkan Kartu Debit Anda memerlukan penggunaan PIN Anda. PIN digunakan untuk mengidentifikasi Anda sebagai pengguna resmi. Karena PIN digunakan untuk tujuan identifikasi, Anda setuju untuk memberitahukan Bank dengan segera jika Kartu ATM atau Kartu Debit hilang atau jika kerahasiaan PIN Anda terganggu. Anda juga setuju untuk tidak mengungkapkan PIN Anda kepada orang tidak diizinkan oleh Anda untuk menggunakan Kartu ATM atau Kartu Debit atau untuk menulis PIN Anda pada kartu ATM atau Kartu Debit atau pada item lainnya disimpan dengan Kartu ATM atau Kartu Debit. Kami memiliki hak untuk menolak transaksi pada account Anda ketika ATM Card atau Debit Card atau PIN telah dilaporkan hilang atau dicuri atau ketika kita cukup percaya ada aktivitas yang tidak biasa pada account Anda.Keamanan account Anda tergantung pada milik Anda menjaga Kartu Debit Card atau ATM Anda dan kerahasiaan PIN Anda. Anda dapat mengubah PIN Anda jika Anda merasa bahwa kerahasiaan PIN Anda telah diganggu. Anda dapat mengubah PIN Anda dengan menghubungi atau mengunjungi bank selama jam lobi biasa.ATM LAYANANBerikut adalah layanan yang tersedia melalui penggunaan Kartu ATM Anda dijelaskan sebagai berikut:Anda bisa menarik uang tunai dari rekening memeriksa Anda (s), tabungan (s), dan SEKARANG account (s).Anda dapat membuat deposito ke account memeriksa Anda (s), tabungan (s), dan SEKARANG account (s).Anda dapat mentransfer dana antara Anda dan memeriksa rekening tabungan, dan tabungan dan SEKARANG account (s).Anda bisa membuat pertanyaan saldo rekening Anda (s), tabungan (s), dan SEKARANG account (s).DEBIT CARD LAYANANLayanan yang tersedia melalui penggunaan Kartu Debit Anda dijelaskan sebagai berikut:Anda bisa menarik uang tunai dari rekening memeriksa Anda (s), tabungan (s), dan SEKARANG account (s).Anda dapat membuat deposito ke account memeriksa Anda (s), tabungan (s), dan SEKARANG account (s).Anda dapat mentransfer dana antara Anda dan memeriksa rekening tabungan, dan tabungan dan SEKARANG account (s).Anda bisa membuat pertanyaan saldo rekening Anda (s), tabungan (s), dan SEKARANG account (s).JARINGAN. Kemampuan Anda untuk melakukan transaksi atau mengakses rekening yang tercantum di atas tergantung pada lokasi dan jenis ATM yang Anda gunakan dan jaringan melalui transaksi yang sedang dilakukan. Sebuah ATM tertentu atau jaringan tidak dapat melakukan atau mengizinkan semua transaksi di atas.Selain dapat menggunakan Kartu ATM atau kartu debet di terminal ATM, Anda dapat mengakses account Anda melalui jaringan berikut: Nyce dan CIRRUS.ATM BIAYA. Bila Anda menggunakan ATM tidak dimiliki oleh kami, Anda mungkin dikenakan biaya oleh operator ATM atau jaringan yang digunakan, dan Anda mungkin dikenakan biaya untuk cek saldo bahkan jika Anda tidak menyelesaikan transfer dana.TITIK TRANSAKSI SALEAnda dapat menggunakan Kartu ATM atau Kartu Debit untuk membeli barang dan jasa dari pedagang yang telah diatur untuk menerima Kartu ATM atau Kartu Debit sebagai alat pembayaran (ini pedagang yang disebut sebagai "Pedagang yang berpartisipasi"). Beberapa pedagang yang berpartisipasi dapat mengizinkan Anda untuk menerima uang kembali sebagai bagian dari pembelian Anda. Transaksi pembelian dengan Kartu ATM atau Kartu Debit, termasuk setiap pembelian di mana Anda menerima uang tunai, yang disebut sebagai "Point of Sale" transaksi dan akan menyebabkan "rekening yang ditunjuk" Anda yang akan didebet untuk jumlah pembelian. Rekening yang ditunjuk (s) untuk transaksi ATM Card adalah Memeriksa atau Account SEKARANG Memeriksa.Account desiginated (s) untuk transaksi Kartu Debit adalah Memeriksa atau Account SEKARANG Memeriksa.Anda setuju bahwa setiap debet tersebut harus merupakan penarikan dari rekening simultan seperti itu bahkan jika Anda belum menandatangani otorisasi penjualan dan transaksi tersebut tidak mungkin benar-benar akan diposting ke account sampai kemudian hari. Transaksi POS akan diposting ke account Anda untuk diterima dan dengan efek hukum yang sama dengan cek atau surat perintah bayar atas jenis seperti rekening.Selain itu, Kartu Debit Anda dapat digunakan pada setiap pedagang yang menerima MasterCard ® Kartu Debit untuk pembelian barang dan jasa. Kartu Anda juga dapat digunakan untuk mendapatkan uang tunai dari rekening yang ditunjuk pada berpartisipasi lembaga keuangan.Setiap kali Anda menggunakan Kartu ATM atau Kartu Debit, jumlah transaksi akan didebet dari rekening yang ditunjuk. Kami memiliki hak untuk kembali suatu cek atau item lain ditarik terhadap account Anda untuk memastikan ada dana yang tersedia untuk membayar Kartu ATM atau transaksi Kartu Debit. Kita mungkin, tapi tidak harus, memungkinkan transaksi yang melebihi account yang tersedia Anda keseimbangan atau perlindungan cerukan tersedia. Jika kita melakukannya, Anda setuju untuk membayar cerukan. Anda juga setuju untuk membayar biaya cerukan yang berlaku dari waktu ke waktu untuk setiap transaksi yang menyebabkan tersedia saldo rekening atau perlindungan cerukan tersedia untuk dilampaui.KONVERSI MATA UANG - MasterCard ®. Jika Anda melakukan transaksi dengan kartu Anda dengan logo MasterCard ® di mata uang selain dolar AS, MasterCard International Inc, akan mengubah biaya menjadi jumlah dolar AS. Pada MasterCard International mereka menggunakan prosedur konversi mata uang, yang diungkapkan kepada lembaga yang mengeluarkan MasterCard ®. Saat ini mata uang konversi kurs yang digunakan oleh MasterCard ® International untuk menentukan jumlah transaksi dalam dolar AS untuk transaksi seperti umumnya baik tingkat pemerintah diamanatkan atau tingkat grosir, ditentukan oleh MasterCard International untuk siklus pemrosesan dimana transaksi tersebut diproses, meningkat dengan faktor penyesuaian yang ditetapkan dari waktu ke waktu oleh MasterCard International. Konversi mata uang kurs yang digunakan oleh MasterCard International pada tanggal pengolahan mungkin berbeda dari tingkat yang seharusnya digunakan pada tanggal pembelian atau surat tagihan bulanan posting.

PENTING BIAYA TAMBAHAN PEMBERITAHUAN; MasterCard ® biaya kita Biaya Konversi Mata Uang sebesar 0,200% atau jumlah transaksi untuk melakukan konversi mata uang dan Biaya Lintas-Batas dari 0,800% dari transaksi pada semua transaksi lintas batas (bahkan mereka yang tidak memiliki konversi mata uang) . Oleh karena itu, Anda akan dikenakan biaya 1,000% dari jumlah dolar pada semua transaksi lintas batas-yakni transaksi yang diproses melalui "Sistem Manajemen Kliring Global" atau "MasterCard ® Beralih Debit" ketika negara pedagang atau mesin berbeda dari negara Anda, sebagai pemegang kartu.

LAYANAN YANG DISEDIAKAN MELALUI PENGGUNAAN SISTEM VOICE RESPONAnda dapat melakukan fungsi-fungsi berikut melalui penggunaan Sistem Voice Response.Anda bisa melakukan transfer dana antar memeriksa Anda dan rekening tabungan, memeriksa dan rekening pasar uang, memeriksa dan SEKARANG rekening, tabungan dan rekening pasar uang, tabungan dan rekening SEKARANG, SEKARANG rekening dan rekening pasar uang, jalur kredit dan rekening cek, baris rekening kredit dan tabungan, dan garis rekening pasar kredit dan uang.Anda bisa membuat pertanyaan saldo rekening Anda (s), tabungan (s), pasar uang account (s), SEKARANG account (s), Sertifikat Deposito (s), Mortgage / Komersial Kredit, dan Kredit Angsuran.Anda dapat melakukan pembayaran pada pinjaman konsumen, pinjaman KPR, pinjaman rumah ekuitas, dan pinjaman cadangan memeriksa bahwa anda telah bersama kami.Selain itu, Anda dapat melakukan transaksi lainnya seperti menerima informasi keseimbangan untuk bunga yang diperoleh di account Anda, pastikan cek yang telah membersihkan account Anda, pastikan deposito dibuat, meminta faks aktifitas terbaru, dan tempat pembayaran berhenti di cek tunggal.Anda dapat mengubah PIN Anda via telepon.

PREAUTHORIZED TRANSFER LAYANANAnda dapat mengatur untuk deposit otomatis preauthorized dana ke rekening Anda (s), tabungan (s), uang rekening pasar (s), dan SEKARANG account (s).Anda dapat mengatur untuk pembayaran otomatis preauthorized tagihan dari rekening Anda (s), tabungan (s), uang rekening pasar (s), dan SEKARANG account (s).

LAYANAN YANG DISEDIAKAN MELALUI PENGGUNAAN INTERNET BANKING / Home SOLUSI PERBANKANBank ini menawarkan penggunaan pelanggan dari layanan kami.Internet Banking (Home Solusi Perbankan) memungkinkan pelanggan untuk melakukan semua kegiatan normal mereka perbankan dari kenyamanan dan privasi rumah mereka sendiri. Anda bisa tanyakan pada rekening Anda (s), tabungan (s), pasar uang account (s), SEKARANG account (s), Sertifikat Deposito pinjaman (s), Mortgage / Komersial dan Kredit angsuran. Selain itu, Anda dapat mengkonfirmasi bahwa pemeriksaan telah membersihkan account Anda, melihat gambar cek yang telah dibersihkan, verifikasi deposit yang, tempat pembayaran berhenti, transfer dana antar rekening, cek dan ketertiban. Pembayaran Tagihan Internet juga tersedia untuk pelanggan yang ingin membayar tagihan secara elektronik, baik sebagai penarikan tunggal atau mengatur penarikan berulang.Semua informasi pelanggan disimpan rahasia dan semua transaksi dijamin aman.

PEMBATASAN TRANSAKSIPEMBATASAN TRANSAKSI - ATM CARD / DEBIT CARDKAS PEMBATASAN PENARIKAN - Anda dapat menarik hingga $ 210,00 melalui penggunaan ATM dalam satu hari. Anda dapat membuat hingga 10 penarikan uang tunai melalui penggunaan ATM dalam satu hari.POINT OF SALE PEMBATASAN-Anda dapat membeli hingga $ 1,000.00 senilai barang atau jasa dalam satu hari melalui penggunaan Point pelayanan kami Dijual. Anda dapat menggunakan sudut pandang kami, layanan purna jual hingga 10 transaksi dalam satu hari.LAIN PEMBATASANPersyaratan account Anda (s) dapat membatasi jumlah penarikan Anda dapat membuat setiap bulan. Pembatasan diungkapkan pada saat Anda membuka rekening Anda (s), atau dikirim kepada Anda kemudian juga akan berlaku untuk penarikan elektronik dan pembayaran elektronik kecuali ditentukan lain.Kami berhak untuk memaksakan pembatasan untuk tujuan keamanan setiap saat.PEMBATASAN KARTU DEBIT - Anda dapat mengakses rekening Anda untuk membeli barang (secara langsung atau melalui telepon), membayar jasa (secara langsung atau melalui telepon), mendapatkan uang tunai dari pedagang, jika izin pedagang, dengan menggunakan Kartu MasterMoney Anda pada berpartisipasi pedagang MasterCard. Kartu Anda batas harian tidak akan melebihi $ 1,000.00 atau 10 transaksi mana yang kurang.PEMBATASAN TRANSAKSI: Anda mungkin membuat tidak lebih dari enam penarikan preauthorized, transfer otomatis atau lewat telepon, cek, draft dan kartu debit atau transaksi serupa lainnya per bulan atau siklus pernyataan.
PEMBERITAHUAN HAK DAN TANGGUNG JAWABPenggunaan layanan transfer dana elektronik dijelaskan dalam dokumen ini menimbulkan hak dan tanggung jawab mengenai kesehatan seperti dijelaskan dibawah.
HAK UNTUK MENERIMA DOKUMENTASI TRANSFER ANDALAPORAN BERKALA. Jika account Anda dikenakan menerima laporan bulanan, semua transaksi EFT akan dilaporkan di atasnya. Jika account Anda dikenakan menerima pernyataan lebih jarang daripada bulanan, maka Anda akan terus menerima pernyataan Anda pada siklus itu, kecuali jika ada transaksi EFT, dalam hal ini Anda akan menerima laporan bulanan. Dalam hal apapun Anda akan menerima pernyataan Anda setidaknya triwulan.

Selasa, 24 April 2012

Tugas 4.3. Jelaskan pengertian Capital Adequacy Ratio (CAR)


Tugas 4.3. Jelaskan pengertian Capital Adequacy Ratio (CAR)


Pengertian Capital Adequacy Ratio ( CAR )
Capital Adequacy Ratio menurut Lukman Dendawijaya ( 2000:122 ) adalah ” Rasio yang
memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko ( kredit,
penyertaan , surat berharga, tagihan pada bank lain ) ikut di biayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari sumber – sumber di luar bank , seperti dana dari masyarakat , pinjaman , dan lain – lain.
CAR merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya
sebagai akibat dari kerugian – kerugian bank yang di sebabkan oleh aktiva yang berisiko.
Modal bank
CAR= ——————————— x 100%

Tugas 4.4. pengertian Perhitungan Legal Lending Limit (LLL)


Tugas 4.4. pengertian Perhitungan Legal Lending Limit (LLL)
faktor Permodalan (Capital), Kualitas Aktiva Produktif (Asset), Manajemen, Rentabilitas (Earning) dan Likuiditas. Analisis ini dikenal dengan istilah Analisis CAMEL.
1. ASPEK PERMODALAN (CAPITAL)
Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan paa CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI, yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.
2. ASPEK KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF (ASSET )
Aktiva produktif atau Productive Assets atau sering disebut dengan Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Ada empat macam jenis aktiva produktif yaitu :
a. Kredit yang diberikan
b. Surat berharga
c. Penempatan dana pada bank lain
d. Penyertaan
Penilaian aset, sesuai dengan Peraturan BI adalah dengan membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktif. Selain itu juga rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan. Klasifikasi aktiva produktif merupakan aktiva produktif yang telah dilihat kolektabilitasnya, yaitu lancar, kurang lancar, diragukan dan macet.
3. ASPEK KUALITAS MANAJEMEN (MANAGEMENT)
Aspek ketiga penilaian kesehatan bank meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen akan mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank yang bersangkutan. Kualitas ini juga akan melihat dari segi pendidikan serta pengalaman para karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.
4. ASPEK RENTABILITAS (EARNING)
Penilaian aspek ini diguankan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan
keuntungan, juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset, dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO).
5. ASPEK LIKUIDITAS (LIKUIDITY)
Aspek kelima adapah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Suatu bank dukatakan
likuid, apabila bank yangbersangkutan mampu membayar semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai. Penilaian dalam aspek ini meliputi :
a. Rasio kewajiabn bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar
b. Rasio kredit terhadap dana yang diterima oelh bank seperti KLBI, Giro, Tabungan, deposito dan lain-lain.
Seraca umum penilaian tingkat kesehatan bank dapat dirangkum sebagai berikut :
Jumlah bobot untuk kelima faktor tersebut adalah 100%. Nilai kredit kemudian digunakan untuk menentukan predikat kesehatan bank, ditetapkan sebagai berikut :
Disamping penilaian analisis CAMEL, kesehatan bank juga dipengaruhi hasil penilaian lainnya, yaitu penilaian terhadap :
1. Ketentauan pelaksanaan pemberian kredit Usaha Kesil (KUK) dan pelaksanaan Kredit Eksport
2. Pelanggaran terhadap ketantuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau sering disebut dengan Legal Lending Limit.
3. Pelanggaran Posisi Devisa Netto

Tugas 4.5. Jelaskan pengertian Non Performing Loan (NPL)


Tugas 4.5. Jelaskan pengertian Non Performing Loan (NPL)
Non performing loan atau kredit bermasalah merupakan salah satu indikator kunci untuk menilai kinerja fungsi bank. Salah satu fungsi bank adalah sebagai lembaga intermediary atau penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
Bank Indonesia (BI) melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) menetapkan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) adalah sebesar 5%. Rumus perhitungan NPL adalah sebagai berikut:
Rasio NPL = (Total NPL / Total Kredit )x 100%
Misalnya suatu bank mengalami kredit bermasalah sebesar 50 dengan total kredit sebesar 1000, sehingga rasio NPL bank tersebut adalah 5% (50 / 1000 = 0.05).
Beberapa Hal Yang Mempengaruhi NPL Suatu Perbankan
Menurut pendapat penulis terdapat beberapa hal yang mempengaruhi atau dapat menyebabkan naik turunnya NPL suatu bank, diantaranya dalah sebagai berikut:
a. Kemauan atau itikad baik debitur
Kemampuan debitur dari sisi financial untuk melunasi pokok dan bunga pinjaman tidak akan ada artinya tanpa kemauan dan itikad baik dari debitur itu sendiri.
b. Kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia
Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi tinggi rendahnya NPL suatu perbankan, misalnya kebijakan pemerintah tentang kenaikan harga BBM akan menyebabkan perusahaan yang banyak menggunakan BBM dalam kegiatan produksinya akan membutuhkan dana tambahan yang diambil dari laba yang dianggarkan untuk pembayaran cicilan utang untuk memenuhi biaya produksi yang tinggi, sehingga perusahaan tersebut akan mengalami kesulitan dalam membayar utang-utangnya kepada bank. Demikian juga halnya dengan PBI, peraturan-peraturan Bank Indonesia mempunyai pengaruh lansung maupun tidak lansung terhadap NPL suatu bank. Misalnya BI menaikan BI Rate yang akan menyebabkan suku bunga kredit ikut naik, dengan sendirinya kemampuan debitur dalam melunasi pokok dan bunga pinjaman akan berkurang.
c. Kondisi perekonomian
Kondisi perekonomian mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemampuan debitur dalam melunasi utang-utangnya. Indikator-indikator ekonomi makro yang mempunyai pengaruh terhadap NPL diantaranya adalah sebagai berikut:
* Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga secara menyeluruh dan terus menerus. Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan kemampuan debitur untuk melunasi utang-utangnya berkurang.
* Kurs rupiah
Kurs rupiah mempunayai pengaruh juga terhadap NPL suatu bank karena aktivitas debitur perbankan tidak hanya bersifat nasioanal tetapi juga internasional.

Tugas 4.6. Jelaskan pengertian Net Interest Margin (NIM)


Tugas 4.6. Jelaskan pengertian Net Interest Margin (NIM)
Pengertian marjin bunga bersih (NIM) adalah ukuran perbedaan antara bunga pendapatan yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman mereka (misalnya, deposito), relatif terhadap jumlah mereka (bunga produktif ) aset. Hal ini mirip dengan margin kotor perusahaan non-finansial. Hal ini biasanya dinyatakan sebagai persentase dari apa lembaga keuangan memperoleh pinjaman dalam periode waktu dan aset lainnya dikurangi bunga yang dibayar atas dana pinjaman dibagi dengan jumlah rata-rata atas aktiva tetap pada pendapatan yang diperoleh dalam jangka waktu tersebut (yang produktif rata-rata aktiva). margin bunga bersih mirip dalam konsep untuk menyebarkan bunga bersih , namun penyebaran bunga bersih adalah selisih rata-rata nominal antara pinjaman dan suku bunga pinjaman, tanpa kompensasi untuk kenyataan bahwa aktiva produktif dan dana yang dipinjam dapat menjadi alat yang berbeda dan berbeda dalam volume. Margin bunga bersih sehingga dapat lebih tinggi (atau kadang-kadang lebih rendah) daripada penyebaran bunga bersih.
Perhitungan
NIM dihitung sebagai persentase dari aset dikenakan bunga. Sebagai contoh, rata-rata pinjaman bank untuk nasabah adalah $ 100,00 dalam setahun sementara itu memperoleh pendapatan bunga sebesar $ 6,00 dan bunga yang dibayar sebesar $ 3,00. NIM kemudian dihitung sebagai ($ 6,00 – $ 3,00) / $ 100,00 = 3%. Pendapatan bunga bersih sama dengan bunga yang diperoleh dikurangi bunga yang dibayarkan kepada pelanggan.

Tugas 4.2. Jelaskan pengertian Loan to Deposit Ratio (LDR)


Tugas 4.2. Jelaskan pengertian Loan to Deposit Ratio (LDR)

Pengertian Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. pengertian lainnya LDR adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas. LDR adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwasuatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan (Latumaerissa,1999:23). LDR disebut juga rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga yang digunakan untuk mengukur dana pihak ketiga yang disalurkan dalam bentuk kredit.
Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama bank, oleh karena itu sumber pendapatan utama bank berasal dari kegiatan ini. Semakin besarnya penyaluran dana dalam bentuk kredit dibandingkan dengan deposit atau simpanan masyarakat pada suatu bank membawa konsekuensi semakin besarnya risiko yang harus ditanggung oleh bank yang bersangkutan. Menurut Mulyono (1995:101), rasio LDR merupakan rasio perbandingan antara jumlah dana yang disalurkan ke masyarakat (kredit) dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Rasio ini menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini semakin rendah pula kemampuan likuiditas bank (Dendawijaya, 2000:118). Sebagian praktisi perbankan menyepakati bahwa batas aman dari LDR suatu bank adalah sekitar 85%. Namun batas toleransi berkisar antara 85%-100% atau menurut Kasmir (2003:272), batas aman untuk LDR menurut peraturan pemerintah adalah maksimum 110 %. Tujuan penting dari perhitungan LDR adalah untuk mengetahui serta menilai sampai berapa jauh bank memiliki kondisi sehat dalam menjalankan operasiatau kegiatan usahanya. Dengan kata lain LDR digunakan sebagai suatu indikator untuk mengetahui tingkat kerawanan suatu bank.
Penyebab LDR Rendah Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perbankan nasional pernah mengalami kemerosotan jumlah kredit karena diserahkan ke BPPN untuk ditukar dengan obligasi rekapitalisasi. Begitu besarnya nilai kredit yang keluar dari sistem perbankan di satu sisi dan semakin meningkatnya jumlah DPK yang masuk ke perbankan, maka upaya ekspansi kredit yang dilakukan perbankan selama sepuluh tahun terakhir sepertinya belum berhasil mengangkat angka LDR secara signifikan. Fungsi LDR Telah dijelaskan sebelumnya bahwa LDR pada saat ini berfungsi sebagai indikator intermediasi perbankan. Begitu pentingnya arti LDR bagi perbankan maka angka LDR pada saat ini telah dijadikan persyaratan antara lain :
1). Sebagai salah satu indikator penilaian tingkat kesehatan bank.
2). Sebagai salah satu indikator kriteria penilaian Bank Jangkar (LDR minimum 50%),
3). Sebagai faktor penentu besar-kecilnya GWM (Giro Wajib Minimum) sebuah bank.
4). Sebagai salah satu persyaratan pemberian keringanan pajak bagi bank yang akan merger.
Begitu pentingnya arti angka LDR, maka pemberlakuannya pada seluruh bank sedapat mungkin diseragamkan. Maksudnya, jangan sampai ada pengecualian perhitungan LDR di antara perbankan

Pengenalan rasio keuangan Bank


Pengenalan rasio keuangan Bank.
Tujuan : memahami dan mengerti rasio keuangan bank.

4.1 jelaskan pengertian Legal Reserve Requirement (LRR), buat contoh ilustrasinya.
Pengertian
Reserve Requirement adalah ketentuan bagi setiap bank umum untuk menysihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum berupa rekening giro bank yang bersangkutan pada bank Indonesia.

KEBIJAKAN MONETER

1. Definisi Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter adalah Regulasi jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga oleh bank sentral untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan mata uang. Jika ekonomi sedang memanas, bank sentral (seperti (BI) Bank Indonesia) dapat menarik uang dari sistem perbankan, menaikkan persyaratan cadangan atau menaikkan tingkat diskonto untuk membuatnya dingin. Jika pertumbuhan sedang melambat, dapat membalikkan proses – meningkatkan jumlah uang beredar, menurunkan kebutuhan cadangan dan menurunkan tingkat diskonto. Kebijakan moneter mempengaruhi suku bunga dan jumlah uang beredar.

2. Macam-macam Kebijakan Moneter

Berdasarkan jenisnya, Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)
3. Jenis-Jenis Instrumen Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
* jumlah uang berdar (Ms) diytentukan oleh dua factor, yaitu:
a. Besarnya jumlah uang inti (H) yang tersedia.
b. Besar4nya koefisien pelipat uang,.
* besarnya uang inti di pengaruhi oleh empat factor, yaitu:
a. Keadaan neraca pembayaran (surplus dan deficit).
b. Keadaan APBN (surplus dan degisit)
c. Perubahan kredit langsung Bank Indonesia.
d. Perubahan keredit likuiditas bank Indonesia..