Senin, 02 Januari 2012

Sistem Informasi Akuntansi Keuangan (SIAK)


Sistem Informasi Akuntansi Keuangan (SIAK) merupakan komponen organisasi dalam mengumpulkan, mengolah, menganalisa, dan mengkomunikasikan informasi keuangan dan pengambilan keputusan bagi pihak perusahaan maupun pihak luar perusahaan. Sebenarnya, akuntansipun termasuk sebuah sistem informasi.
Sistem Informasi Akuntansi Keuangan dalam sebuah organisasi memiliki peran penting, antara lain :
1.     Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai aktivitas dan transaksi.
2.     Mengolah data menjadi informasi yang bisa dipakai dalam proses pengambilan keputusan.
3.     Melakukan pengawasan atau kontrol secara tepat terhadap asset organisasi.
4.     Sistem Informasi Akuntansi Keuangan memiliki subsistem yang memproses berbagai transaksi keuangan dan nonkeuangan yang secara langsung mempengaruhi transaksi keuanagan.

Tiga subsistem dari Sistem Informasi Akuntansi Keuangan.

1.     Sistem pemrosesan transaksi. Sistem ini mendukung proses operasi bisnis harian.
2.     Sistem buku besar atau pelaporan keuangan. Sistem ini untuk menghasilkan laporan keuangan, misalnya laporan laba rugi, neraca, arus kas, dan penembalian pajak.
3.     Sistem pelaporan manajemen. Sistem ini disediakan oleh manajemen internal berbentuk laporan keuangan yang bertujuan khusus dan informasi yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan, misalnya anggran, laporan kinerja, dan laporan pertanggungjawaban.

Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Keuangan.

1.     Sistem Informasi Akuntansi Keuangan melaksanakan tugas yang diperlukan.
2.     Berpegangan pada prosedur yang relatif standar.
3.     Menangani data lebih rinci.
4.     Berfokus historis.
5.     Menyediakan informasi pemecah minimal.
6.     Berbagai transaksi nonkeuangan yang tidak dapat diproses dalam Sistem Informasi Akuntansi Keuangan, dapat diproses melalui sistem informasi manajemen. Sistem Informasi Akuntansi Keuangan berbeda dengan sistem informasi manajeman. Berikut ini perbedaan kedua sistem tersebut.
7.     Sistem Informasi Akuntansi Keuangan berfungsi untuk mengklasifikasi, memproses, menganilisa, dan mengkomunikasikan informasi keuangan.
8.     Sistem Informasi Manejemen berfungsi untuk mengklasifikasi, memproses, menganalisa, dan mengomunikasikan semua tipe informasi.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Keuangan

1.     Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga bisa melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
2.     Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produksi, baik barang maupun jasa yang dihasilkan.
3.     Menungkatkan efisiensi.
4.     Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
5.     Meningkatkan sharing pengetahuan.
6.     Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi Keuangan terdiri atas dua komponen, yaitu spesialis informasi dan akuntan. Contohnya :
1.     Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk membuat produk baru dalan produksi perusahaan. Untuk itu, bagain tersebut meminta laporan analisa perkiraan profit yang akan diperoleh dari rencana pembuatan produk baru tersebut.
2.     Bagian Sistem Informasi Akuntansi Keuangan memprediksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang akan didapat dari produk baru tersebut. Setelah itu, data yang didapat diproses oleh EDP. Setelah diproses, hasilnya dikembalikan ke bagian Sistem Informasi Akuntansi Keuangan untuk selanjutnya diserahkan ke bagian pemasaran.
3.     Kedua bagian dari perusahaan tersebut merundingkan hasil analisa yang kemudian dicari keputusan yang sesuai. Dari contoh tersebut, dapat diambil dua aspek yang berkaitan dengan sistem bisnis modern. Berikut ini dua aspek tersebut.

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan dalam beberapa Departemen

1.     Peranan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya dalam mengambil keputusan.
2.     Sistem Informasi Akuntansi Keuangan menghasilkan informasi akuntansi. Informasi akuntansi itu dibedakan menjadi dua, yaitu informasi akuntansi keuangan (berbentuk laporan keuangan yang ditujukan pada pihak eksternal) dan informasi akuntansi manajemen (berfungsi bagi manajemen untuk mengambil keputusan).



CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

Contoh Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Sistem informasi mempunyai beberapa contoh. Namun yang akan dibahas kali ini adalah Sistem Informasi Akuntansi. Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Sistem ini menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Juga bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupum di luar perusahaan. Selain itu sistem informasi akuntansi adalah satu – satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :

a. Informasi akuntansi keuangan, yaitu informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.

b. Informasi akuntansi manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan
Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :

Analisa Perilaku
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.

Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.

Komputer
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:

1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan

SIA hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja.

2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar

SIA bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar perusahaan.

3. Menangani data terinci

Data yang ditangani SIA merupakan data yang sudah jelas dan lengkap.

4. Berfokus histories

Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya.

5. Menyediakan informasi pemecahan masalah

SIA bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya.

GOLONGAN PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Golongan pemakai sistem informasi akuntansi terdiri dari 2 golongan yaitu :

1. Pemakai Informasi Internal

Adalah pemakai Informasi yang berasal dari dalam perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :

a. Manajemen
b. Purchasing management
c. Inventary control management
d. Production management
e. Personal management
f. Finansial management

2. Pemakai Informasi Eksternal

Adalah pemakai Informasi yang berasal dari luar perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :

a. Pelanggan

Kebutuhan pelanggan mencakup informasi mengenai produk perusahaan seperti: harga, bentuk barang, dimana dan bagaimana barang tersebut dapat dibeli, apa jenisnya, pelayanan apa yang dapat diberikan perusahaan.

b. Pemasok

Apabila perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka pemasok akan meminta informasi mengenai tingkat kepercayaan realibility,jumlah kredit yang telah diperoleh dan kemampuan atau ability untukmembayar kembali.
c. Para pemegang saham

Mereka ingin menilai pelaksanaan yang telah berlaku dan memperkirakan pelaksanaan yang akan datang.Penyediaan laporan tahunan atau annual report untuk para pemegang saham disebut sebagai fungsi pelayanan atau steward ship function dan secara tradisional merupakan tanggung jawab system informasi akuntansi.

d. Para karyawan

Karyawan berkepentingan terhadapinformasi umum, seperti tingkat upah rata-rata, tunjangan, laba perusahaan, tingkat kesempatan kerja, tingkat produktifitas dan lain-lain.

e. Para pemberi pinjaman

Lembaga-lembaga keuangan yang meminjamkan dana sangat berkepentingan atas faktor-faktor seperti reputasi atau nama baik dan kemempuan manajemen perusahaan, kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan dan prospek untuk keberhasilan pada masa depan

f. Instansi pemerintah

Kantor pelayanan pajak berkepentingan terhadap informasi mengenai laba perusahaan dan jumlah pajak yang terutang oleh perusahaan kepada pemerintahan atau negara.

Sekian Contoh Sistem Informasi Akuntansi semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tips mempercepat Startup Windows XP
Beberapa Hal yang membikin Komputer Bermasalah
Tips Memilih Hardisk External (Portable)
Cara Mudah Memperbaiki Komputer yang tidak dapat booting
Kelebihan dan Kekurangan Microsoft Office 2010 di Bandingkan Office Yang Lain
Tips-trik mengetahui IP Komputer Windows
Cara menghitung rate kecepatan RAM pada PC
Beberapa Jenis Operating System (OS)
Cara Mudah Membersihkan virus Ramnit.A
Tips trik cara mudah menstabilkan koneksi intenet
Tips – trik Memperbaiki Hardisk Bad Sector, Rusak, Korup
Persiapan dalam membuat aplikasi android
Memaksimalkan Kinerja Internet Download Manager menggunakan IDM Optimizer
Mengenal Cara Kerja Email
Cara Mudah Membuat PC Android Live USB
Download WP-ROBOT 3.56 Nulled
Kasus Facebook dan Blogger Indonesia Selesai
Cara Mudah Mengatasi ARP Spoofing
Memproteksi Folder tanpa menggunakan Software
Tips trik menghindari virus komputer
Artikel yang berhubungan dengan Contoh Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer

Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer Sebuah sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (interrelated) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang ...


Pengertian Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi informasi Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan ...


Berbagai Jenis Ancaman Pada suatu Sistem Informasi

Berbagai Jenis Ancaman Pada suatu Sistem Informasi Keamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian sistem informasi, yang dimaksudkan untuk mencegah ancaman terhadap sistem ...


Artikel Mengenai Prinsip Kerja Internet

Banyak yang masih belum tahu Prinsip Kerja Internet jadi berikut penjelasannya. Jaringan komputer di Internet menggunakan bahasa komputer standar (secara teknis dikenal sebagai PROTOKOL) yang ...


Sepenggal Cerita Mengenai Oracle

Sepenggal Cerita Mengenai Oracle Oracle Merupakan RDMS yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan didunia.Database Oracle adalah produksi dari Oracle Corporation, sebuah perusahaan komputer raksasa yang ...


Akhir Perjalanan IPv4

Indonesia dengan jumlah penduduk 231 juta jiwa adalah sebuah tantangan bagi pemerintah serta seluruh stakeholder industri internet. Cita-cita mulia membuka akses informasi yang merata ke

Sumber : ...

MAKALAH ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

MAKALAH ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
Makalah Informasi Akuntansi ini membahas mengenai Analisis sistem (system analisis) yang merupakan penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (system planning) dan sebelum tahap desaian sistem (sistem design). Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SISTEM
§  Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
§  Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
§  Analyze, yaitu menganalisis sistem
§  Report, yaitu membuat laporan hasil analisis

MENGIDENTIFIKASI MASALAH (LANGKAH 1)
§  Tugas-tugas dalam mengidentifikasi masalah
§  Mengidentifikasi Penyebab Masalah
§  Mengidentifikasi Titik Keputusan
§  Mengidentifikasi Personil-Personil Kunci

MEMAHAMI KERJA DARI SISTEM YANG ADA (LANGKAH 2)
§  Menentukan Jenis Penelitian.Meliputi: wawancara, observasi, daftar pertanyaan, pengambilan sampel
§  Merencanakan Jadual Penelitian (Who, When, Where, What, How)
1.     Mengatur Jadual Wawancara
2.     Mengatur Jadual Observasi
3.     Mengatur Jadual Pengambilan Sampel
§  Membuat Penugasan Penelitian
§  Membuat Agenda Wawancara
§  Mengumpulkan Hasil Penelitian

MENGANALISIS HASIL PENELITIAN
§  Menganalisis Kelemahan Sistem
1.     Menganalisis Distribusi Pekerjaan
2.     Menganalisis Pengukuran Pekerjaan
3.     Menganalisis Keandalan
4.     Menganalisis Dokumen
5.     Menganalisis Laporan
6.     Menganalisis Teknologi
§  Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai/Manajemen , Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu, tetapi tugas ini saja belum cukup. Tugas lain dari analis sistem yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya

MEMBUAT  LAPORAN  HASIL  ANALISIS
Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan, tugas berikutnya adalah membuat laporan hasil analisis. Laporan ini diserahkan ke steering committee yang seterusnya diserahkan ke manajemen

Tujuan utama penyerahan laporan ke manajemen
§  Bahwa analisis telah selesai dilakukan
§  Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
§  Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
§  Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi).