Selasa, 29 November 2011

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN

TUJUAN SISTEM PENJUALAN
Tujuan sistem penjualan adalah:

·                     Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat
·                     Untuk memverifikasi konsumen yang layak menerima kredit
·                     Untuk mengirima produk dan memberikan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan kepada konsumen
·                     Untuk membuat tagihan atas produk dan jasa secara tepat waktu dan akurat
·                     Untuk mencatat dan mengelompokkan penerimaan kas secara cepat dan akurat
·                     Untuk memposting penjualan dan penerimaan kas ke rekening piutang
·                     Untuk menjaga keamanan produk
·                     Untuk menjaga kas perusahaan
INPUT SISTEM PENJUALAN

(yang berarti ragam dokumen dalam siklus penjualan).Jangan terkejut melihat banyaknya dokumen dalam siklus penjualan ini. Beberapa nama dokumen sebenarnya dapat merupakan rangkap dari dokumen yang lain. Fokus pada bahasan ini adalah fungsi dari dokumen.

·                     Order konsumen. Order yang dikirim oleh konsumen
·                     Order penjualan. Sarana untuk merekam order konsumen yang dibuat oleh perusahaan.
·                     Order acknowledgment. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke konsumen untuk memberi tahu konsumen bahwa ordernya telah diterima.
·                     Picking list. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke bagian gudang sebagai sara untuk menyiapkan barang yang dipesan.
·                     Packing slip. Rangkap dari order penjualan yang disertakan dengan paket barang yang akan dikirim ke konsumen.
·                     Billing of ladding. Sarana untuk meminta agen transportasi (kurir) untuk mengirimkan barang perusahaan ke konsumen.
·                     Shipping notice. Rangkap dari order penjualan atau dokumen lain yang berfungsi sebagai bukti bahwa barang memang telah dikirimkan.
·                     Sales invoice. Faktur penjualan dikirimkan ke konsumen untuk menagih penjualan.
·                     Remittance advice. Dokumen yang menunjukkan jumlah kas yang diterima dari konsumen.
·                     Deposit slip. Slip setoran di bank.
·                     Back order. Dokumen yang dibuat pada saat jumlah persediaan tidak dapat memenuhi permintaan pesanan dari konsumen.
·                     Memo kredit. Dokumen yang berfungsi sebagai bukti kredit atas piutang konsumen, akibat retur penjualan.
·                     Aplikasi kredit. Formulir untuk merekam data dan informasi konsumen baru yang hendak mengajukan kredit.
·                     Salesperson call report. Formulir yang digunakan untuk merekam telpon yang dilakukan salesman untuk memprospek konsumen.
·                     Deliquent notice. Dokumen dikirimkan ke konsumen yang piutangnya telah lewat tanggal jatuh tempo.
·                     Write Off Notice. Dokumen yang dibuat oleh manajer kredit pada saat sebuah piutang sudah benar-benar macet.
·                     Cash register receipt. Formulir yang digunakan oleh toko pengecer untuk merekam kas yang diterima.
OUTPUT SISTEM PENJUALAN

·                     Order konsumen yang belum terpenuhi
·                     Jurnal penjualan (daftar faktur penjualan, urut nomor faktur)
·                     Daftar pengiriman barang urut per tanggal kirim
·                     Jurnal penerimaan kas
·                     Daftar memo kredit
·                     Daftar umur piutang
PENGENDALIAN INTERNAL
Paparan Risiko yang dihadapi dalam siklus penjualan

·                     Penjualan kredit kepada konsumen yang sebenarnya tidak layak menerima kredit, perusahaan dapat rugi karena piutang macet.
·                     Kelewat mecatat pengiriman barang atau mengirim barang dan lupa membuatkan tagihan (faktur). Perusahaan rugi karena tidak akan pernah menerima kas dari pengiriman tersebut.
·                     Kesalahan dalam membuat faktur (salah jumlah atau salah harga). Konsumen bisa marah atau perusahaan bisa rugi, menagih terlalu rendah.
·                     Salah posting, sehingga catatan akuntansi yang dihasilkan salah.
·                     Penjualan kredit fiktif, sehingga saldo penjualan dan piutang perusahaan menjadi terlalu besar.
·                     Pencurian produk jadi perusahaan
·                     Penghapusan piutang konsumen oleh karyawan yang tidak memiliki wewenang, sehingga perusahaan tidak akan pernah menerima kas dari piutang tersebut.
·                     Pencurian kas oleh orang yang bertanggung jawab untuk memegang kas.
·                     Lapping.
·                     Akses terhadap data piutang dan persediaan oleh orang yang tidak berwenang.
·                     Virus.
·                     Pencurian data konsumen (misal transaksi melalui web)
·                     Bertransaksi menggunakan kartu kredti curian
·                     Kegagalan server.
Detail dari beberapa risiko ini, penulis ulas dalam buku tentang Karyawan bisa Menjadi Tikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan.

Pengendalian Umum:

·                     Pengendalian organisasi. Prinsip umum, bagian pemegang harta kekayaan organisasi mesti terpisah dengan bagian pencatatan. Personel pengembang sistem (yang mengetik dan memodifikasi program) mesti terpisah dengan personel yang menggunakan dan mengoperasikan sistem.
·                     Pengendalian dokumentasi. Ada dokumentasi yang lengkap, seperti dokumentasi formulir yang digunakan, flowchart, struktur database, laporan dan output sistem, serta kebijakan manajermen terkait dengan persetujuan kredit, penghapusan piutang macet dan lain sebagainya.
·                     Rekonsiliasi aktiva dengan catatan perusahaan.
·                     Pengendalian praktik manajemen. Manajer mesti memperkerjakan programer dan akuntan yang kompeten. Pengembangan dan perubahan sistem mesti melalui prosedur yang jelas, ada persetujuan awal, pengujian dan penandatanganan perubahan. Audit atas siklus penjualan. Manajer mereview laporan-laporan yang dihasilkan sistem.
·                     Pengendalian otorisasi.
·                     Pengendalian akses. Meliputi terminal dengan fungsi yang terbatas, hanya untuk mencatat penjualan dan penerimaan kas; Log untuk merekam semua transaksi penjualan dan penerimaan kas pada saat user masuk ke dalam sistem; Backup secara rutin; Gudang yang terkunci.
Pengendalian Aplikasi

·                     Dokumen yang bernomor urut tercetak terkait dengan penjualan, pengiriman barang dan penerimaan kas.
·                     Validasi data yang diinputkan ke dalam aplikasi penjualan
·                     Koreksi kesalahan pada saat input data, sebelum data diproses lebih lanjut.
Contoh validasi data:
Detail arti setiap validasi data tersebut dapat dilihat dalam bahasan
 Pengendalian Aplikasi.

·                     Validity check (data nya sesuai tidak dengan yang ada di dalam master file)
·                     Self checking digit
·                     Field check (type data)
·                     Limit check
·                     Range check
·                     Sign check
·                     Completeness check
·                     Echo check

Jumat, 18 November 2011

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN

Sistem Informasi Akuntansi Pada Perusahan
PT. JASAPURA ANGKASA BOGA


Apa itu Sistem Informasi
Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.
Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi.
ubsistem sistem informasi akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :
1. Sistem Pengeluaran (expenditure system)
Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
2. Sistem Pendapatan (revenue system)
Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
3. Sistem Produksi (production systeme)
Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
4. Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management system)
Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting)
Berhubungan dengan transaksi keuangan dan ayat jurnal penyesuaian yang terjadi dalam siklus akuntasi.
Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.
Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.
Setiap sistem informasi akuntansi akan melaksanakan lima fungsi utamanya yaitu :
a. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
b. Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
c. Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
d. Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.
Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah menambah nilai bagi perusahaan. Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai tambah dengan :
a. Memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
b. Penerapan sistem informasi akuntansi meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dalam mengumpulkan informasi ekonomi.
c. Membantu serta meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen.
d. Meningkatkan pembagian pengetahuan (knowledge sharing). 


“_Lagu PersaHabatan_”

                                                   
Persahabatan
 
Ketika waktu tlah tiba …
mari bernyanyi  bersama
Hilangkan semua masalah yang ada….
Ketika senja berlalu…
mari berkumpul bersama
Angkat tangan mu kita bernyanyi…
Dan masa ini…
Tak akan Terlupa…
Dan masa ini…
Tak akan Terulang…

IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN

http://ronapanbers.ngeblogs.com/2010/04/14/implementasi-fungsi-manajemen/IMPLEMENTASI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi-Fungsi Manajemen, Keberhasilan Usaha
Keberhasilan usaha dapat diartikan sebagai suatu kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran agar terjadi perubahan yang lebih baik atau bertambah maju, baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan usaha koperasi tidak terlepas dari bagaimana pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam kinerja koperasi tersebut. Jika dianalogikan manajemen merupakan nyawa dari sebuah struktur kelembagaan. Goal dari manajemen adalah kesempurnaan pencapaian tujuan organisasi. Jika dalam sebuah koperasi fungsi-fungsi manajemen telah dilaksanakan dengan tepat, maka hal ini akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha koperasi. Sebaliknya, jika koperasi tidak melaksanakan fungsi-fungsi manajemen sebagaimana mestinya, bukan tidak mungkin koperasi akan menemui masalah serta mengalami kemunduran dalam usahanya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pelaksanaan manajemen pada koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri? (2) Bagaimanakah implementasi fungsi-fungsi manajemen terhadap keberhasilan usaha koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri? (3) Apa saja kendala yang dihadapi oleh Koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri dan bagaimana upaya untuk mengatasinya?
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi tunggal terpancang. Artinya memfokuskan pada satu pemecahan masalah yakni implementasi fungsi-fungsi manajemen koperasi dalam keberhasilan usaha koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri berupa kata-kata tertulis atau lisan dari informan dan perilaku yang diamati secara langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif dengan model analisis interaktif yang terdiri dari : pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dan dianalisis maka hasil penelitian sebagai berikut : (1) Pelaksanaan manajemen pada koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri umumnya telah berjalan dengan baik walaupun belum maksimal. Hal ini tampak pada : (a) pengurus : merencanakan dan melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota, menentukan pelaksanaan atau jalannya koperasi, (b) Pengawas : melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kehidupan koperasi, (c) Manajer : berperan dalam kegiatan operasional koperasi sekaligus sebagai atasan/pemimpin para karyawan. (2) implementasi fungsi-fungsi manajemen koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri berjalan dengan cukup baik, terbukti dari : (a) Planning : perencanaan dilaksanakan dengan melibatkan semua komponen koperasi dan memperhatikan syarat-syarat perencanaan yang baik, (b) Organizing : struktur organisasi disusun dan dilaksanakan sebagaimana mestinya, (c) Staffing : perekrutan karyawan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi dan kemampuan yang dimiliki karyawan, (d) Directing : pola kepemimpinan yang diterapkan adalah kepemimpinan demokratis, (e) Coordinating : koordinasi rutin dilaksanakan oleh pengurus, pengawas, manajer untuk merencanakan, membahas, maupun mengadakan koreksi terhadap kinerja koperasi, (f) Controlling : pengawasan rutin dilakukan tiga bulan sekali. (3) Meskipun demikian, implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam keberhasilan usaha koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri tidak lepas dari berbagai hambatan antara lain : kurangnya kemampuan dalam manajemen bisnis, belum maksimalnya pelaksanaan fungsi directing pada koperasi PKP-RI Kabupaten Wonogiri sehingga menyebabkan kinarja karyawan menjadi kurang optimal, serta banyaknya pesaing bisnis bagi koperasi PKP-RI kabupaten Wonogiri.
Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu : (1) Pengurus, pengawas, dan manajer untuk berupaya meningkatkan kembali kemampuan manajerial terutama manajemen bisnis, selain itu perlu dimaksimalkan kembali pelaksanaan fungsi directing karena hal ini akan berpengaruh pada kinerja karyawan, (2) karyawan hendaknya berusaha untuk meningkatkan kembali kreatifitas mereka dalam bekerja dan tidak mengesampingkan prestasi kerja, (3) anggota harus meningkatkan kembali semangat kebersamaan dan kesadaran mereka akan arti penting partisipasi anggota dalam keberhasilan koperasi.

TEORI ORGANISASI

Organisasi bukan sekadar kumpulan orang dalam kelompok atau jamaah tertentu. Tetapi organisasi mempunyai dua atribut inti yakni sekumpulan orang dan sistem. Sistem adalah kesatuan nilai integral yang dianut dan dipatuhi untuk dijalani bersama agar mencapai tujuan bersama (bukan sekadar tujuan yang sama).
Sebenarnya texxt book mengenai bahasan apa itu organisasi dan seluk beluknya amatlah banyak. Baik terbitan luar negri maupun karangan lokal sudah sedemikian banyaknya. Ilmu yang spesifik menyebut ‘organisasi’ memang baru hangat dituangkan dalam bentuk tulisan dan diperbincangkan semenjak satu hingga dua abad lalu. Walaupun sebenarnya ketika penciptaan manusia telah menuntut kehidupan sosial, organisasi telah ada. Mungkin pada abad pertengahan, sama halnya dengan ilmu-ilmu lain yang seolah sengaja ditenggelamkan oleh pihak barat, ilmu ‘organisasi’ telah eksis.
tOrganisasi
Belajar mengenai organisasi secara utuh bagi mahasiswa atau kalangan terpelajar laiannya; mulai dari hakikat dasar organisasi, struktur, desain hingga aplikasinya; rasanya kurang lengkap tanpa menyebut text book yang satu ini. Buku karangan ahli manajemen dan organisasi; Stephen P. Robbins. Staf pengajar di San Diego University ini sebenarnya telah menerbitkan buku dengan judul asli “Organizaion Theory; Structure, Design & Application” semenjak tahun 1983. Pertama kali terbitan Prentice Hall. Akan tetapi baru tahun 1994 oleh penerbit Arcan Jakarta diterjemahkan oleh Jusuf Udaya, dengan judul dalam bahasa Indonesia; Teori Organisasi; Struktur, Desain dan Aplikasi.
Disajikan dalam 4 bab utama. Bab pertama menyajikan cerita di balik pengertian organisasi. Selanjutnya membahas apa penyebab struktur atau kata lainnya adalah skema. Di bab 3 dipaparkan mengenai konsep desain atau bagaimana merancang organisasi. Dan yang terakhir diceriterakan masalah kontemporer seputar organisasi dan permasalahannya. Misalnya komunikasi sampai konflik organisasi.
Organsasi menurut penulis lebih banyak dikaji secara ilmu administratif. Itulah awal mula pembahasan organisasi menurut penulis. Walaupun saat ini, apalagi memasuki era globalisasi dan teknologi informasi, organisasi bukan hanya dikaji dalam takaran ilmu administratif tetapi telah menjangkau semua lini pembelajaran dan lintas ilmu. Stephen memulai penggambaran organisasi dengan sebuah cerita. Yang diberi judul “Celestical Seasoning”. Ia bercerita mengenai sepasang suami istri yang pada tahun 1971 di Amerika Serikat memulai berjualan obat-obatan dari tanaman. Diracik sendiri. Sepasang suami istri tersebut bernama Mio Siegel dan John. Dari mulai bisnis yang ditangani sendiri, hingga ternyata berkembang pesat. Tak pelak membutuhkan bukan beberapa orang tambahan pekerja, tetapi struktur yang jelas mengenai pembagian kerja. Dari situlah dikenalkan bagaimana organisasi terbentuk dan apa hakikat organisasi.
Seperti telah dipaparkan tadi bahwa organisasi terbentuk atas dua komponen utama, yakni orang dan sistem. Dua hal yang saling terikat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Penulis menyebut teori organisasi berbeda dengan ‘Perilaku Organisasi’ (PO). PO lebih menekankan pada bahasan perilaku dan interaksi orang-orang di dalamnya secara mikro. Stephen tak lupa merangkum teori awal organisasi dan perkembangannya. Mulai dari ‘sistem tertutup’ yang dianut organisasi pada abad 18-19, manajemen audit, cerita mengenai F. Taylor hingga Miles & Soagan. Stephen bukan hanya memaparkan teori struktur organisasi yang dikemukakan oleh Mintzberg (Sederhana, Birokrasi Profesional, Mesin Birokrasi, Divisi dan Adokrasi), tetapi juga mengemukakan bahasan baru. Ada 3 jenis struktur yang utama, yakni sentralisasi, formalitas dan kompleksitas. 3 variabel tersebut yang menjadi pembeda. Dikatakan pula bahwa penyebab terjadinya struktur dalam perspektif industrialisasi bermula dari proses industri, kemudian menjadi strategi dan berakhir pada pembuatan struktur organisasi. Jika dikaitkan dengan perkembangan ilmu yang lebih relevan saat ini, maka istilah yang cukup mendekati untuk mewakili ‘strategi’ adalah ‘proses bisnis’.
Organisasi terus berkembang. Baik menuju perubahan maupun malah terpuruk. Terlepas dari itu semua, penulis membadi model perubahan organisasi menjadi dua jenis. Yakni model yang direncanakan dan yang terjadi begitu saja. Dalam perubahan itu pula; lebih tepat diistilahkan dengan perkembangan; ada konflik-konflik yang terjadi. Ada dua perspektif yang berbeda dalam memandang konflik. Yakni sebagai sebuah proses yang jelek, atau justru mengubahnya menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan. Berikut adalah bagan yang mencoba mewakili perkembangan organisasi menuju proses tumbuh. Dapat dianalogikan menjadi sebuah life cycle dari organisasi.
tOrganisasi2Secara umum, ada 5 tahap krisisyang dialamai organisasi. Dan semuanya bukan merupakan proses yang secara utuh harus ada dan berurutan. Tetapi bisa berulang dan berkurang. Teori perkembangan dalam bagan di atas sampai saat ini masih cukup relevan.

Microsoft PowerPoint

Microsoft PowerPoint

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebashttp://ronapanbers.ngeblogs.com/2010/04/19/microsoft-powerpoint/

Langsung ke: navigasi, cari
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.

Sejarah

Aplikasi Microsoft PowerPoint ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskins dan Dennis Austin sebagai Presenter untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi PowerPoint.
Pada tahun 1987, PowerPoint versi 1.0 dirilis, dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. PowerPoint kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparansi overhead projector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari PowerPoint muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.
Microsoft pun mengakuisisi Forethought, Inc dan tentu saja perangkat lunak PowerPoint dengan harga kira-kira 14 Juta dolar pada tanggal 31 Juli 1987. Pada tahun 1990, versi Microsoft Windows dari PowerPoint (versi 2.0) muncul ke pasaran, mengikuti jejak Microsoft Windows 3.0. Sejak tahun 1990, PowerPoint telah menjadi bagian standar yang tidak terpisahkan dalam paket aplikasi kantoran Microsoft Office System (kecuali Basic Edition).
Versi terbaru adalah Microsoft Office PowerPoint 2007 (PowerPoint 12), yang dirilis pada bulan November 2006, yang merupakan sebuah lompatan yang cukup jauh dari segi antarmuka pengguna dan kemampuan grafik yang ditingkatkan. Selain itu, dibandingkan dengan format data sebelumnya yang merupakan data biner dengan ekstensi *.ppt, versi ini menawarkan format data XML dengan ekstensi *.pptx.

Versi

Tahun
Versi PowerPoint
1987 PowerPoint 1.0 Mac OS classic T/A
1988 PowerPoint 2.0 Mac OS classic T/A
1990 PowerPoint 2.0 Windows 3.0 T/A
1992 PowerPoint 3.0 Mac OS classic T/A
1992 PowerPoint 3.0 Windows 3.1 T/A
1993 PowerPoint 4.0 Windows NT 3.1, Windows 3.1, Windows 3.11 Microsoft Office 4.x
1994 PowerPoint 4.0 Mac OS classic T/A
1995 PowerPoint 7 for Windows 95 Windows 95, Windows NT Microsoft Office 95
1997 PowerPoint 97 Windows 95/98, Windows NT 4.0 Microsoft Office 97
1998 PowerPoint 98 Mac OS Classic Microsoft Office 1998 for Mac
1999 PowerPoint 2000 Microsoft Windows 98, Windows NT 4.0, Windows 2000 Microsoft Office 2000
2000 PowerPoint 2001 Mac OS X Microsoft Office 2001 for Mac
2001 PowerPoint 2002 Windows 2000/XP Microsoft Office XP
2002 PowerPoint v.X Mac OS X Microsoft Office:mac v.X
2003 PowerPoint 2003 Windows 2000 Service Pack 3, Windows XP Service Pack 1, Windows Server 2003 Microsoft Office System 2003
2004 PowerPoint 2004 Mac OS X Microsoft Office:mac 2004
2006 PowerPoint 2007 Microsoft Windows Vista, Windows XP Service Pack 2, Windows Server 2003, Windows Server 2008 Microsoft Office System 2007
2007 PowerPoint 2008 Mac OS X Microsoft Office:mac 2004